Kamis, 16 Oktober 2014

Analgetika dan Antipiretika


Analgetika & Antipiretika

1.Analgetika
  adalah obat yang mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Analgesik berasal dari kata Yunani an- (“tanpa”) dan -algia (“nyeri”)
2.Antipiretika
  adalah obat yang menurunkan suhu tubuh yang tinggi.
vJadi analgetik-antipiretik adalah obat yang mengurangi rasa nyeri dan serentak menurunkan suhu tubuh yang tinggi.

Analgesik narkotik
1.Alkaloid alam : morfin, kodein
2.Derivat semi sintesis : heroin
3.Derivat sintetik : metadon, fentanil

Penggolongan Obat Analgetika & Antipiretika

vGolongan salisilat
Aspirin
vGolongan para aminofenol
Paracetamol
vGolongan pirazolon
Antalgin, propifenazon, isopropilaminofenazon
vGolongan antranilat
Asam mefenamat
vGolongan lainnya
Benzidamin (tantum)

AINS ( Analgetik Anti Inflamasi Non Steroid )

Diklofenak
Indometasin
Derivat ibu profen
Fenilbutazon
Piroksikam
Naproksen

Mekanisme Kerja Obat AnalgetikaAntipiretika

vAnalgetika
Menghambat sintesa prostaglandin di tempat yang sakit/trauma jaringan.
vAntipiretika
  Bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin di hipotalamus anterior (yang meningkat sebagai respon adanya pirogen endogen).

Contoh obat antipiretika
1.Parasetamol
2.Panadol
3.Paracetol
4.Paraco
5.Praxion
6.Primadol
7.Santol
8.Zacoldin
9.Poldan mig
10.Acetaminophen
11.Asetosal atau asam asetil salisilat
12.Salisilamida

contoh obat analgetika
1.Metadon
2.Fentanil
3.Kodein
4.Ibuprofen
5.Paracetamol
6.Asam mefenamat

Efek Samping Antipiretika Dan Analgetika
1.      Gangguan Saluran Cerna
2.      Gangguan Hati(hepar)
3.      Gangguan Ginjal
4.      Reaksi Alergi

Kesimpulan
            Antipiretik adalah obat yang menurunkan suhu tubuh yang tinggi. Jadi analgetik-antipiretik adalah obat yang mengurangi rasa nyeri dan serentak menurunkan suhu tubuh yang tinggi. Penggunaan obat Analgetik-Antipiretik pada saat mengandung bagi ibu hamil harus diperhatikan.   



Cerpen " Helm kepala menjadi helm leher"


Helm Kepala Menjadi Helm Leher

            Namaku Rena. Aku sekolah di SMK Farmasi CandraNaya. Di sekolah aku mempunyai 4 orang teman dekat yang bernama Anisah, Eva, Puja, dan Shela. Pada saat itu kami sedang asik belajar kimia, tiba-tiba terdengar bunyi bel pulang sekolah. Aku dan teman-teman kelasku segera bersiap-siap untuk pulang. Aku dan ke empat teman dekatku pulang sekolah bersama. Kami menuju ke parkiran untuk mengambil motor. Namun Anisah, Puja, dan Shela tidak bisa pulang sekolah bersamaku karena mereka ingin sholat terlebih dahulu. Berhubung aku dan Eva sedang berhalangan, kami tidak ikut sholat di sekolah, kami pulang lebih dahulu.
            Aku dan Eva pun segera berangkat untuk pulang, kami mengendarai motor masing-masing. Seperjalanan pulang, tiba-tiba motor Eva mendekatiku lalu berkata “ Ren, helmnya udah kenceng belum? Kalo belum kencengin dulu takut terbang. “ “ Udahlah gausah va, tenang aja”, jawabku dengan percaya diri. Lalu kita melanjutkan perjalanan pulang. Kami melewati jalan fly over dan aku sama sekali belum pernah lewat fly over tersebut tapi sudah melaju kecepatan kencang karena ingin cepat sampai rumah.
Di tengah fly over, saat motorku berlaju cepat, angina berhembus sangat kencang tapi aku terus melanjutkan perjalanan dengan kecepatan tinggi sampai akhirnya tibatiba bunyi hembusan angin yang kencang menuju helmku, hussssss. Ternyata helmku jatuh ke belakang, ini namanya helm untuk leher bukan untuk kepala lagi.  Aku kaget dan langsung aku meminggirkan motorku. Eva yang masih di belakangku seperti menahan tertawa seolah-olah meledekku. “Kenapa ren ?” eva bertanya sambil menahan ketawa. Aku dengan wajah memerah karena menahan malu karena banyak orang yang melihat kejadian itu, aku hanya bisa terdiam saja sambil memakai helmnya dengan benar kembali.
Tak lama kemudian, Anisah, Puja dan Shela lewat fly over. Mereka langsung menghampiri aku dan Eva yang sedang berhenti di pinggir fly over. “ Loh kalian kenapa berhenti di sini ?” Shela bertanya kebingungan. Dengan wajah yang tertunduk aku menjawab “ tadi helmku ketiup angin jadi kebalik deh ke belakang”.
Wajah mereka yang awalnya tegang, seketika tergantikan dengan tawa yang secara tidak langsung mengejekku juga. “ Hahahaha itu serius? Lucu banget ya coba tadi aku liat hahaha” Puja menetertawakan dengan penuh gembira. Wajahku semakin memerah karena sudah cukup malu aku. Lalu Eva memotong percakapan “ tadi sih dibilangin suruh dikencengin helmnya malah gam au. Jadi begini kan hahahaha”. “Sudah terlalu lama kita berhenti di pinggir fly over, nanti dimarahin sama orang loh. Pulang aja yuk udah sore” ajak Anisah.
Akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan pulang. Seperjalanan aku tak bisa berhenti memikirkan kejadian memalukan tadi. Sesampainya aku di rumah, aku langsung menceritakan kejadian memalukan itu pada ayah dan ibuku. Mereka menertawakanku juga dan menasihatiku untuk lebih hati-hati dalam berkendara dan dengarkan nasihat orang lain selagi nasihat itu benar. Dengan penuh penyelasan, aku berfikir “ andai saja aku mendengarkan nasihat Eva, mungkin kejadian memalukan itu tak akan pernah terjadi”.